Startup KUD


Batik Tulis

Startup KUD, Kembali ke desa aktivis perdesaan di desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Satu hal yang menarik buat saya adalah pkamingannya akan masa depan. Kami yakin seyakin-yakinnya bahwa desa adalah masa depan. Masa depan akan menghadirkan masyarakat yang tidak terpusat namun saling terhubung (decentralized networked society).

Bayangannya seperti desa yang setiap penduduknya senantiasa terhubung ke internet. Untuk apa? Apalagi kalau bukan akses informasi. Di desa masa depan itu, nilai-nilai yang dianggap lawas di perkotaan masa kini akan kembali dijunjung tinggi. Nilai kebersamaan, gotong-royong dan spritualisme bakal menjadi sesuatu yang dianggap baik.

Kontras dengan nilai-nilai semau gue, acuh-tak acuh dan materialisme yang jadi norma di kota. Tapi begini, konon masa depan itu adalah apa yang kita lakukan saat ini. Maksudnya, masa depan itu dibuat dan bukan ditunggu. Artinya, jangan cuma duduk diam dan terima nasib, mulailah menyusun masa depanmu sendiri. Kita harus bangun dan menata kembali desa masing-masing, karena dengan membangun desanya sendiri secara tidak langsung kita membangun masa depan perekonomian desa sesuai yang kita inginkan. Kami melakukan itu di sebuah desa bernama Sawahan, kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah, sekitar 15 menit perjalanan dari Solo.

Kami menjadikan Sawahan, akan menjadikan pusat dari kegiatan KUD. di karenakan desa kehilangan manusianya, orang-orang pindah ke kota dan meninggalkan desa. Saat manusia berubah menjadi manusia kota, ada yang benar-benar berubah. Bukan hanya soal cara pkaming dan kebiasaan, namun secara struktur otak memang ada perubahan. Sebuah penelitian di jurnal Nature menunjukkan adanya perubahan biologis pada otak manusia kota dan manusia desa.

Manusia kota, menurut studi itu, memiliki bentuk otak yang membuatnya lebih mudah stress, yang pada gilirannya ini bisa meningkatkan risiko schizoprenia. Kalau melihat hal itu, pertanyaan yang harus dipertimbangkan dengan serius.

Satu hal yang menarik dari dunia startup adalah cara pikir. Kesalahan yang umum dari membuat produk adalah menggunakan lkamisan asumsi. Misalnya asumsi tentang bagaimana teknologi itu akan digunakan. Cara berpikir design thinking, yang kerap dielu-elukan di dunia startup, mencoba mengatasi asumsi itu. Kegiatan seperti design ethnography, misalnya, bisa sangat bermanfaat saat startup menjangkau desa. Kegiatan berupa wawancara di lapangan ini diharapkan bisa menyelaraskan piranti dan produk dengan kasus dan kebutuhan yang diamati langsung di lapangan. Nah, sekarang yang bisa dilakukan adalah menunggu. Cara berpikir yang kami maksud adalah: fail early, fail often. Maksud dari hal itu adalah, setiap kegagalan adalah peluang untuk belajar.

Mengapa kami membuat starup KUD?

Melihat fakta dan realita JD.com milik Ricard Liu investor asal China menyuntikkan dana sekitar US$ 100 juta setara dengan Rp 1,34 Triliun ke Go-Jek (US$ 1=Rp 13.400). Go-jek juga mendapatkan investasi dari Ma Huateng US$ 100 juta-150 juta. JD.com bersama expedia ini,east Ventura, hilhouse capital group dan sequoia capital) juga menguyur Traveloka sebesar US$ 500 juta. Jack Ma dengan alibaba.com nya juga mengelontorkan US$ 1,1 milliar ke Tokopedia. Jack Ma juga melakukan aksi patungan alias join Ventura bersama PT Elang Mahkota Teknologi tbk untuk mendirikan star up platform pembayaran mobile dengan dana investasi sebesar US$ 46,8 milliar (kontan,26/8/17).

Kami telah membaca berita di atas, sangat luar biasa investasi yang dilakukan investor pada start-up yang ada di Indonesia. Dimana pemodal Tiongkok sangat tergiur dengan potensi pasar lokal (Indonesia) sehingga seolah-olah mereka jorjoran menebar duit ke e-commerce Indonesia. Hal ini tentunya tidak boleh di biarkan, harus ada langkah-langkah untuk meniru ide-ide kreatif untuk membuat start up yang mampu mengait investasi masuk ke Indonesia. Tidak harus investor luar, mungkin investor dari dalam negeri mungkin juga masih menjanjikan apabila diorganisir.

Apakah dengan membuat start-up akan mendapatkan investasi seperti pada tulisan di atas, TIDAK. Tidak semua menuai sukses, tidak semua start-up mampu menjawab kebutuhan pasar, tidak semua startup direspon oleh masyarakat, tidak semua start-up mampu bertahan lama. Memang dalam menumbuhkan ide-ide bisnis yang kreatif membutuhkan entitas dan jiwa-jiwa kreatif. Tidak semua orang bisa demikian tetapi bisa diedukasi agar ide kreatif itu muncul serta memiliki mindset kreatif. Tidak ada yang tidak mungkin dalam membuat ide-ide kreatif dan kemudian disusun dalam bussines plan.

Dialog dengan para pihak terkait untuk menciptakan entitas kreatif dengan saling menganalisis best practice keberhasilan bisnis start-up merupakan salah satu dari bagaimana menumbuhkan gagasan kreatif. Kemampuan melakukan analisis pasar untuk memberikan tawaran konsep bisnis, juga merupakan salah satu cara bagaimana menemukan ide bisnis baru untuk ditawarkan kepada pasar. kemudian ide bisnis kreatif tersebut dibuatkan konsep bisnis nya dan dieksekusi.

Konsep ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) walaupun sudah usang, tetapi masih memiliki keampuhan. Coba kita amati keberhasilan Tokopedia & Bukalapak dalam mengorganisir lapak-lapak penjual/sellernya. Selama ini dalam pengamatan kami, masyarakat, mencari produk lewat media online, bertanya temen. Hal ini tidak akan terjadi apabila ada penyedia jasa start up yang melakukan langkah tersebut.

Sepertinya bisa untuk dialokasikan Dana Desa (DD) untuk juga melakukan pengembangan dalam bisnis start-up tersebut. Semisal seperti yang saya contohkan di atas tersebut mengorganisir warung-warung dan potensi desa setempat. Bisa juga membuat data base kebutuhan kebutuhan pokok, kamar mandi dan dapur warganya. apabila kebutuhan kamar mandi semisal di buatkan data base (Sabun mandi, sabun cuci, shampo, odol/pasta gigi, sikat gigi dan lain-lain) dan kemudian terketahui seberapa banyak kebutuhan kamar mandi warga se desa.

Konsep ini sudah bisa dikapitalisasi oleh desa, serta mungkin penyediaannya adalah KUD (Koperasi Unit Desa). Koperasi desa tersebut akan mengetahui, seberapa banyak kebutuhan untuk kebutuhan pokok dalam entitas desa dalam satu Minggu, dengan disediakan kebutuhan tersebut oleh koperasi dan masyarakat desa mengambilnya di koperasi tersebut akan ada diskon 2% semisal atau mengetahui produk UMKM desa setempat, pemetaan warung di desa, pemetaan penyedia layanan jasa desa tersebut. Ketika hal tersebut di buatkan aplikasi start-up KUD, mungkin koperasi tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di desa tersebut tetapi juga antara desa dalam kota ataupun antardesa antarkota bahkan antardesa, antarkota dan antarprovinsi.

Kira-kira demikian gagasan sederhananya, memang dalam memulai akan banyak rintangan dan hambatan, dengan dukungan tenaga ahli pengembangan ekonomi yang didukung dengan pendamping desa, yang tentunya juga memiliki gagasan kreatif, kami rasa tidak ada yang tidak mungkin.

 

Bekal Memulai Starup KUD Yang Sukses

Kisah sukses membangun start up yang dicapai anak-anak muda seperti Facebook, WhatsApp dan Go-Jek segera menciptakan demam start up di seluruh dunia. Hasilnya, dalam waktu singkat beragam start up mencuat dan menjadi raksasa karena kehebatan ide mereka. Tetapi tak sedikit pula yang tumbang karena beragam hambatan.

Kegagalan start up bisa disebabkan banyak hal. Yang pasti karena sang pelaku kurang siap menghadapi berbagai tantangan dalam dunia start up. Lalu, apa saja yang harus kita siapkan agar kita bisa melaju kencang melibat tantangan-tantangan itu? Berikut ini kami suguhkan beberapa tips dasar agak kami tak perlu gagal membangun start up kami:

Bangun Mindset Kami Dulu

Kalau kami hanya melulu memikirkan keuntungan saja, maka artinya kami belum siap membangun start up. Karena semua usaha yang besar berawal dari ide. Ya, maka rumuskan ide yang hebat untuk dijadikan bisnismu. Dari ide itu bakal muncul produk yang akan kami jual. Nah, fokuslah pada penciptaan produk dan mengenai bagaimana menjualnya. Jika kedua hal ini sudah berjalan, keuntungan profit dengan sedirinya bakal mengikuti kami.

Eksekusi Ide Kami Harus Tepat Waktu

Sehebat apapun ide kami tetapi dieksekusi di waktu yang salah maka semuanya sia-sia. Waktu yang salah bisa jadi terlambat dari momen yang ditetapkan atau malah kelewat cepat. Nah, kapan sebuah ide harus di eksekusi dan seperti apa sih ide yang hebar? Yang paling sederhana adalah, semakin banyak orang membutuhkan produk kami maka itu pertkami ide kami memang hebat. Dalam bisnis, jangan pernah lupakan pasar karena pasar itulah yang akan menentukan bisnis kami. Sehebat apapun produk kami tetapi pasar tidak menginginkannya, percuma saja.

Buat Business Plan untuk KUD

Bisnis plan adalah rancangan konsep bisnis yang bakal menjadi acuan perjalanan kami mengelola usaha. Yang kami harus kami penuhi dari ide bisnis kami adalah produk atau jasa apa yang kami buat, siapa pasar dan pembelinya, kapan produk itu harus dibuat, dimana dibuat dan bagaiana cara membuatnya. 5W1H ini harus kami jawab. Dari jawaban-jawaban inilah kemudian kami bisa mengembangkan business plan menjadi jauh lebih komplek dan menguntungkan
Baca Juga Inilah Tkami-tkami kami Sudah Siap Memulai Usaha

Punya Produk & Layanan Jasa KUD Unggul

Perusahaan kami harus memiliki produk yang kuat. Seperti yang dilakukan McDonald. McDonald tidak hanya mengkamilkan ayam gorengnya saja melainkan justriu kekuatannya lebih pada burger-nya.

Menyusun Program dan Strategi Marketing KUD yang Kreatif

Karena kami sedang membangun startup baru dan meluncurkan produk baru pula maka kami harus menyusun strategi marketing nan kreatif sehingga konsumen yang kami bidik tertarik membeli produk kami. Susunlah konsep marketing yang membuat orang yang kami bidik segera mengenai produk kami dengan biaya yang murah. Soalnya, strategi marketing yang baik belum tentu harus berbudget tinggi.

Kami Menggunakan Media Sosial dan Website

Media sosial adalah salahsatu instrumen yang langsung bersentuhan dengan setiap personal hingga ke wilayah yang sangat privat. Hal ini lah yang membuat promosi melalui sosial media menjadi sangat strategis karena konten promosi ini akan mengikuti siapapun selama HP berada dalam genggaman. Website adalah senjata yang lain. Website membuat eksistensi sebuah produk atau perusahaan menjadi kuat dan dipercaya.

Beberapa langkah inilah yang membuat banyak perusahaan start up berhasil melangkahi berbagai rintangan yang menghadangnya. Jika kami seorang yang membangun start up, sebaiknya kami camkan betul beberapa strategi ini.

Previous Pemuda Penggerak Masyarakat Menuju Desa Lebih Baik
Next Peran KUD Membantu Perekonomian Desa

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *